Upaya untuk Menghindari Dampak Negatif Smartphone bagi Pelajar

Toko Buku Online Belbuk.com

Upaya untuk Menghindari Dampak Negatif Smartphone bagi Pelajar

Aries Rismawanto

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dewasa ini memegang peranan penting dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat khususnya pelajar untuk berkomunikasi jarak jauh, pun demikian keberadaan telepon seluler yang merupakan salah satu bagian dari media teknologi informasi yang kian berkembang pesat apalagi sejak adanya istilah “smartphone” atau telepon pintar yang muncul sejak dikembangkannya smartphone menggunakan sistem operasi android yang mulai diluncurkan pada tahun 2008. Sejak itu smartphone berkembang sangat pesat dengan inovasi yang terus dilakukan baik dari segi kelengkapan fitur dan kecanggihan teknologinya. Perusahaan pembuat smartphone selular pun terus bersaing ketat guna merebut pangsa dengan mengeluarkan smarphone berteknologi canggih dengan menjanjikan harga yang relatif terjangkau.

Tidak jarang, pada zaman sekarang ini banyak para pelajar mulai anak SD bahkan taman kanak-kanak sudah diizinkan untuk mengoperasikan smartphone. Smartphone  bisa memberikan manfaat positif sekaligus dampak negatif bagi pelajar jika tidak diawasi dengan baik.

  1. Dampak Positif Penggunaan Smartphone bagi Pelajar

Keberadaan smartphone yang terkoneksi jaringan internet memiliki dampak positif bagi masyarakat khususnya para pelajar yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal sebagai berikut :

  1. Untuk berkomunikasi jarak jauh. Hal ini merupakan fungsi utama smartphone melalui fitur panggilan telepon, mengirim dan menerima pesan SMS dan bahkan sekarang lebih dominan dan populer dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp, viber, wechat, Line, Telegram,  dan lain-lain yang menjanjikan fasilitas lebih canggih seperti video call, mengirim konten gambar atau video. Melalui fungsi tersebut dapat memudahkan pelajar untuk menghubungi atau dihubungi keluarga, saudara atau teman-temannya saat ada keperluan penting.
  2. Dapat digunakan untuk mengakses berita dan informasi terkini dengan cara menjelajah (browse) pada situs-situs berita online yang menyampaikan informasi faktual, hangat dan tepercaya seperti Tribunnews.com., Detik.com, Kompas.com, Liputan6.com, Merdeka.com, Okezone.com, dan lain-lain.
  3. Mencari sumber pembelajaran tambahan selain dari buku paket pelajaran yang disampaikan guru  di kelas, seperti video pembelajaran yang banyak terdapat di Youtube berkaitan dengan topik pelajaran. Hal ini sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21 dimana guru tidak hanya sebagai satu-satunya sumber pembelajaran tetapi peserta didik dapat mencari sumber lain misalnya dari internet.
  4. Sebagai bahan referensi dalam pembuatan karya ilmiah, artikel, makalah atau skripsi, tesis (bagi mahasiswa). Dengan kecanggihan teknologi di smartphone seorang pelajar tinggal duduk manis sambil minum teh dan makan gorengan lalu menjelajah situs-situs yang menyediakan referensi untuk tugas atau proyeknya.
  5. Untuk kebutuhan pembelajaran online atau daring terutama dalam masa pandemi Covid 19 ini dimana para pelajaran bisa memanfaatkan aplikasi Cloud Zoom, Google Meet, Edmodo, Google Classroom dan lain-lain yang dilengkapi dengan fitur video conference yang mampu menampung jumlah partisipan (peserta pertemuan daring) hingga ratusan orang.
  6. Untuk menyebarluaskan informasi agar dapat diketahui publik secara luas yang biasa disampaikan pada media sosial sosial sepereti Facebook, Instagram, Whatsapp, blog dan website. Anak-anak yang hidup pada abad 21 ini atau yang disebut “generasi millenial” selalu ingin eksis di media sosial dengan menyampaikan apapun kejadian, kondisi, dan kegiatan yang sedang ia jalankan.
  7. Untuk membantu proses editing video yang bisa dilakukan melalui smartphone seperti KineMaster, FilmoraGo, Inshot, VivaVideo dan lain-lain.
  8. Smartphone dapat digunakan untuk mengenal lebih jauh tentang suatu objek, tempat, kegiatan, peristiwa, berita melalui aktivitas percakapan atau komunikasi di media sosial. Hal tersebut dapat mempererat tali persahabatan dan aktivitas sosialnya. Selain itu dapat memfasilitasi peserta didik untuk berdiskusi terutama dengan rekan-rekannya yang berada di tempat yang berbeda tentang materi yang belum dipahami.
  • Dampak Negatif Penggunaan Smartphone Android bagi Pelajar

Dampak negatif smartphone android yang digunakan pelajar itu sangat merugikan tidak hanya diri pelajar sendiri bahkan orang tua dan guru. Berikut dampak negatif yang ditimbulkan penggunaan smartphone  :

  1. Mengurangi Minat dan Motivasi Belajar

Penggunaan smartphone android yang tidak baik akan mengurangi minat dan motivasi belajar jika smartphone digunakan dalam situasi sebagai berikut :

  1. Digunakan untuk melakukan atau menerima panggilan telepon, sms atau WhatsApp untuk urusan yang tidak penting terutama pada saat kegiatan pembelajaran.
  2. Bermain game saat kegiatan pembelajaran di kelas bahkan jika digunakan pada saat tidak sedang belajar pun akan mengurangi minat dan motivasi belajar karena dengan bermain games apalagi sekarang marak games online yang lawan mainnya berada di tempat berbeda dengan yang bersangkutan akan menimbulkan “kecanduan” untuk terus bermain tanpa menghiraukan waktu dan tempat ia berada. Kondisinya semakin parah karena para developer games dengan tujuan bisnis berusaha mendesain games dengan tampilan dan permainan yang lebih menarik dan membuat para gamernya merasa penasaran apabila level game belum diselesaikan dan ingin mengungguli lawan mainnya.
  3. Peserta didik menggunakan smartphone untuk melakukan kecurangan dalam ulangan atau ujian dan jika ini dibiarkan maka tentu motivasi belajar akan menurun drastis karena mereka berpikir tidak perlu susah payah belajar dalam menghadapi ulangan karena bisa mencari jawabannya melalui smartphone. Hal ini juga akan membuat pelajar menjadi berperilaku tidak jujur dan malas belajar.

2.      Mengganggu Perkembangan Pelajar baik Fisik maupun Mental

Penggunaan smartphone yang berlebihan pada masa kanak-kanak dapat mengganggu perkembagan fisiknya karena cenderung berdiam diri dan kurang gerak fisik selain itu anak menjadi enggan untuk bersosialisasi dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekitarnya karena mereka cenderung menyendiri karena asyiknya memainkan smartphone. Selain itu penggunaan smartphone yang tidak diawasi pelajar dapat dengan mudah mengakses konten berupa teks, gambar dan video yang tidak senonoh dan tidak layak dikonsumsi anak usia pelajar jika hal tersebut dibiarkan maka dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan mentalnya atau puber sebelum waktunya bahkan akan menimbulkan tindakan asusila seperti pemerkosaan dan hubungan seks di luar nikah.

Banner Iklan Sariksa
  • Meningkatnya Pengeluaran Finansial (Semakin Boros)

Akibat ketagihan penggunaan smartphone yang tidak baik misalnya games online yang berlebihan para pelajar akan cenderung memaksa orang tuanya untuk membeli smartphone canggih untuk memenuhi kebutuhan persyaratan spek games yang dimainkannya. Selain itu harus orang tua harus menyediakan uang untuk membeli pulsa atau quota setiap bulan atau setiap minggu bahkan setiap hari.

  • Menyebabkan Efek Radiasi

Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan terutama kesehatan mata bahkan syaraf otak jika mengoperasikan smartphone yang terlalu lama, jaraknya terlalu dekat ke mata atau pada malam hari dengan kondisi pencahayaan lampu yang kurang terang bahkan tidak jarang dijumpai ada anak / pelajar yang menggunakan smartphone di tempat yang tidak ada penerangan sama sekali alias gelap karena saking asyiknya memainkan smartphone.

5.      Rawan Menimbulkan Tindak Kejahatan

  1. Akhir-akhir  ini marak diberitakan di media massa kasus tindak kejahatan yang menimpa pelajar atau anak yang menjadi incaran pencuri atau perampokan karena memiliki smartphone yang bernilai jual tinggi.
    1. Banyak pelajar bahkan orang tua yang mengalami tindak penipuan melalui modus telepon,  sms atau internet yang menjanjikan hadiah yang besar.
    1. Adanya kejahatan penculikan yang berawal dari perkenalannya dengan orang yang tidak dikenal di media sosial seperti Facebook, Instagram dan lain sebagainya.

6.      Tumbuhnya Sifat Hedonisme pada Pelajar

Mengingat smartphone terbilang sangat pesat perkembangannya. Model-model baru bermunculan dalam interval waktu yang cukup singkat. Hal ini membuat pelajar terkadang merengek-rengek ingin membali HP dengan versi yang paling terbaru. Padahal, keadaan smartphone yang dia miliki masih baik-baik saja alias layak dipakai.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk Menhindari Dampak Negatif Smartphone

Dari uraian di atas kita mengetahui banyaknya manfaat smartphone bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan serta mengembangkan bakatnya namun tidak bisa dipungkiri betapa dahsyatnya dampak negatif smartphone jika digunakan dengan tujuan yang tidak baik dan bijaksana tanpa pengawasan orang tua dan guru. Jika hal ini dibiarkan maka akan sangat berbahaya bagi perkembangan fisik dan mentalnya. Oleh karena itu perlu adanya upaya dan kerjasama yang sungguh-sungguh antara sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif smartphone bagi pelajar yaitu sebagai berikut.

  1. Upaya yang dapat dilakukan sekolah :   
    1. ) Tidak memperkenankan peserta didiknya untuk membawa smartphone ke sekolah walaupun untuk tujuan komunikasi. Sebagai penggantinya sekolah dapat menyediakan layanan telepon untuk melayani orang tua murid yang ingin menghubungi putra-putrinya di sekolah.
    2. ) Bekerja sama dan menyampaikan kepada orang tua agar senantiasa mengingatkan dan mengawasi putra-putrinya untuk tidak membawa smartphone ke sekolah dan mengawasi penggunaan smartphone saat di lingkungan rumah.
  2. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah :
    1. ) Memblokir situs-situs yang dapat mengantarkan pada hal negatif seperti situs-situs yang menyediakan konten asusila, perjudian atau situs yang disinyalir dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.
    2. ) Menindak tegas setiap upaya oknum yang menyampaikan berita tidak benar (hoax) yang dapat merugikan dan meresahkan masyarakat termasuk kalangan pelajar.
  3. Upaya yang dapat dilakukan orang tua
    1. ) Mengawasi putra-putrinya dengan ketat dalam menggunakan smartphone android untuk menjaga kemungkinan penggunaan smartphone untuk hal-hal yang negatif bila perlu secara rutin memeriksa smartphone untuk memastikan tidak adanya file-file yang berisi konten negatif seperti gambar, teks dan video.
    2. ) Memperketat pemberian uang jajan untuk pembelian pulsa atau kuota yang tidak wajar  
  4. Upaya yang dapat dilakukan pelajar :
    1. ) Mengurangi penggunaan berlebihan terhadap smartphone atau gadget. Bila diamati banyak pelajar / anak mulai bangun tidur hal pertama yang disentuhnya adalah smartphone, sampai melakukan aktivitas apapun tidak pernah lepas dari smartphone.
    2. ) Manfaatkan internet sesuai kebutuhan yang dibutuhkan dengan mengakses situs-situs yang bernilai positif dan mempunyai nilai pendidikan.
    3. ) Tetap menjaga diri agar tidak mudah terpengaruh penawaran hadiah dari situs tertentu tanpa mengetahui kebenarannya mengingat maraknya penipuan melalui internet.
    4. ) Tidak terlalu memposting setiap kondisi atau aktivitas harian terutama yang bersifat pribadi di media sosial seperti facebook, instagram dan lain-lain karena situasi seperti ini akan dimanfaatkan penjahat.
    5. ) Mengatur kecerahan smartphone atau gadget agar tidak terlalu terang atau tidak mengoperasikan smartphone di tempat yang pencahayaannya kurang apalagi gelap sama sekali untuk menghindari radiasi pada kesehatan mata.
    6. ) Menghindari penggunaan smartphone atau gadget saat diisi daya (dicas) untuk menghindari terjadinya kebakaran atau ledakan pada karena konsleting arus smartphone.

Demikian artikel sederhana untuk mengingatkan kita semua tentang dampak positif dan negatif penggunaan smartphone terutama bagi pelajar. Perlu disadari bahwa dampak negatif smartphone tidak hanya merugikan pelajar sendiri tetapi juga orang tua, guru dan masyarakat. Oleh karena itu perlu kiranya kesadaran dan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengurangi dampak negatifnya yang sangat berbahaya. Teknologi diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia bukan untuk merusaknya apalagi pelajar merupakan generasi penerus bangsa dan pemimpin masa depan.

Aries Rismawanto

Tinggalkan komentar