PERANG PSIKOLOGIS DALAM BDR

Toko Buku Online Belbuk.com

PERANG PSIKOLOGIS DALAM BDR

Oleh: Hastri Kustilestari, S.Pd

            Pandemi Covid-19 menjadi momok yang menakutkan bagi warga dunia. Wabah ini merajalela dengan cepat sehingga berdampak pada segala aspek kehidupan manusia. Pola kehidupan berubah drastis sehingga perlu adaptasi yang cepat bagi individu untuk hidup berdampingan dengan virus ini.

            Dunia pendidikan tidak luput dari dampak tersebut. Pada saat dunia pendidikan gencar mempersiapkan generasi emas wabah ini menyerang. Dalam waktu yang singkat perubahan pun terjadi. Dulu ada peraturan sekolah yang melarang membawa handphone ke sekolah tetapi saat ini sekolah menggunakan handphone. Sungguh ironis memang tetapi apapun kondisinya peserta didik tidak boleh berhenti belajar. Disinilah peran sekolah, guru dan orang tua harus saling bersinergi.

            Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR) menjadi pilihan utama dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi ini. Berbagai cara digunakan pendidik untuk menyampaikan pembelajaran agar tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai. Mulai dari pembelajaran daring (dalam jaringan), luring (luar jaringan sampai guling (guru keliling) pun dilakukan.

            Dampak dari pandemi ini bagi dunia pendidikan tidak hanya dampak negatif tetapi juga ada pembelajaran yang bisa diambil untuk merefleksi diri. Sudah hampir sembilan bulan belajar dari rumah  telah dilaksanakan. Hal ini berdampak juga pada psikologis guru, peserta didik dan orang tua.

            Secara tidak langsung guru mempunyai beban tanggung jawab dalam pembelajaran jarak jauh ini. Penyampaian materi yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, dituntut kreatif dan inovatif, serta membentuk karakter peserta didik dalam pembelajaran. Hal itu tidaklah mudah, karena guru pun harus dapat berperan sebagai motivator dan fasilitator dalam pembelajaran. Sehingga bukan tidak mungkin tingkat stress pada guru dalam PJJ ini meningkat.

Banner Iklan Sariksa

            Bagi peserta didik kejenuhan dengan pembelajaran jarak jauh bukanlah hal yang menyenangkan. Selain kondisi lingkungan yang kurang mendukung untuk belajar serta kejenuhan dengan pembelajaran jarak jauh menjadi faktor menurunnya motivasi belajar. Tugas belajar yang harus mereka selesaikan terkadang bercampur dengan tugas membantu orang tua dirumah sehingga konsentrasi anak terpecah. Serta cara berkomunikasi yang kurang baik antara anak dan orang tua dapat memicu menurunnya minat belajar anak.

Peran orang tua dalam mengontrol pembelajaran dari rumah menjadi hal yang penting. Selama ini orang tua terkesan menyerahkan pendidikan anak-anaknya pada sekolah dan guru, padahal pendidikan yang utama adalah pendidikan dari rumah. Tetapi sekarang orang tua lah yang mengontrol kegiatan mereka. Banyak keluhan yang disampaikan orang tua ,khususnya orangtua yang bekerja dan orang tua dengan beberapa anak yang mengikuti kegiatan pembelajaran daring.

Meskipun demikian, tetap ada hal positif yang didapatkan dari kondisi ini. Antara lain, bagi guru hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kompetensi professional, pedagogik, sosial dan kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru. Bagi peserta didik dapat membentuk karakter bertanggung jawab dan disiplin serta melatih kemandirian dengan pembelajaran jarak jauh. Ini dapat dijadikan bahan refleksi diri bagi orangtua. Orang tua mempunyai waktu yang berkualitas dengan anaknya sehingga dapat melihat seberapa besar kemampuan yang dimiliki oleh anak, bagaimana gaya belajar anak sehingga orang tua mengerti bagaimana perlakuan yang tepat mengajarkan anak sesuatu. Dalam mengajarkan anak perlu ada kemampuan komunikasi yang harus diterapkan orang tua. Yang paling penting adalah membangun kedekatan secara emosional dengan anak.

Kerjasama antara sekolah, guru dan orang tua menjadi hal yang penting dalam pembelajaran jarak jauh masa pandemi ini. Mari kita saling bersinergi agar pendidikan peserta didik dapat terlaksana dengan baik dan tetap menjaga kualitas pendidikan di negara ini. Sehingga, dengan menjaga kualitas pendidikan dapat memajukan pula bangsa  ini.

Tinggalkan komentar