TERPAKSA BISA BIASA (Corona Membelajarkan Semua Orang)

Toko Buku Online Belbuk.com

TERPAKSA BISA BIASA

(Corona Membelajarkan Semua Orang)

Oleh: Handini Suci Rinanti, S. Pd.

Seiring perkembangan zaman, teknologi informasi (TI) semakin berkembang. Jika kita tidak mau tergerus teknologi. Maka harus berdamai dengan teknologi. Ya … damai adalah cara yang paling aman. Sebab jika kita tidak mau berdamai kita pasti akan kesusahan sendiri.

Dunia saat ini sedang dilanda pandemi virus corona yang mengharuskan semua orang mengurangi aktivitasnya di luar rumah. Termasuk juga para peserta didik. Dalam sekejap pembelajaran harus berubah menjadi moda daring. Tanpa persiapan, tanpa aba-aba, semua terpaksa berjalan mengikuti kondisi yang ada.

Berbagai aplikasi dicari, diijinakkan agar kegiatan mencerdaskan anak bangsa tetap berjalan. Hampir satu semester sudah sekolah menjalani pembelajaran tanpa pertemuan, pembelajaran yang cukup membosankan. Walaupun dapat berjumpa secara virtual namun itu tidak bisa menggantikan kesan dan ikatan pertemuan secara nyata.

Corona…

Hadirnya dirimu membuat dunia kalang kabut, carut marut. Berbagai sektor terkena dampaknya, termasuk sektor pendidikan.

Tetapi dibalik itu semua, ada banyak hal positif yang  didapatkan sebagai akibat dari corona membawa dampak yang luar biasa, diantaranya sebagai berikut.

Pertama, pembelajaran yang biasanya dilakukan secara konvensional sekarang dengan terpaksa harus diupgrade dengan menyajikan pembelajaran berbasis teknologi.  Hal tersebut sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21. Dimana pembelajaran harus terintegrasi TPACK.

Kedua, guru yang cuek dengan hadirnya teknologi karena lebih nyaman dengan pembelajaran konvensional yang sudah sejak dulu digeluti, tetapi  sekarang mau tidak mau karena tuntutan keadaan harus mau menggunakan dan mempelajari teknologi agar kegiatan pembelajaran tetap dapat terlaksana.

Ketiga, orang yang tidak peka dengan teknologi dan tidak mau belajar karena tuntutan keadaan yang mengharuskan, menjadi mau belajar walaupun dengan keterpaksaan. Sehingga dapat dikatakan corona membelajarkan semua orang. Karena belum tentu orang (yang ilmunya tinggi pun) bisa membelajarkan semua orang.

Keempat, orang yang biasanya hidup tidak teratur atau jorok sekarang lebih menjaga kebersihan. Baik kebersihan diri, orang terdekat, maupun lingkungan sekitar.

Banner Iklan Sariksa

Kelima, aktivitas diluar rumah yang kurang bermanfaat semenjak hadirnya corona pergerakannya mulai dikurangi. ,sehingga menjadikan waktu di rumah lebih banyak untuk bercengkrama dengan keluarga.

Keenam,  dunia hiburan malam yang lebih condong ke foya-foya dan lebih banyak perbuatan negatifnya menjadi berkurang sejak adanya corona.

Ketujuh, jiwa sosial menjadi meningkat. Orang-orang lebih perhatian antar sesama saling menjaga dan mengingatkan.

Kedelapan, sebagai manusia ciptaan Allah, kita menjadi sadar akan kesalahan atau dosa yang selama ini kita perbuat. Karena sejatinya Allah tidak akan menurunkan musibah tanpa ada sebabnya. Musibah ini merupakan ujian agar kita menjadi manusia yang lebih baik agar naik derajat di depan Allah. Atau musibah ini adalah adzab atas kelakuan  dosa yang telah diperbuat selama ini.

Intinya, corona membelajarkan semua orang. Ternyata kita menjadi bisa karena terpaksa dan bisa karena dibiasakan walaupun atas tuntutan dan keadaan. Tapa kita sadari, terkadang menjudge diri kita bahwa ini susah, aduh gak bisa. Kini buanglah jauh-jauh pikiran tersebut. Ingat dengan peribahasa “ucapan adalah doa”. Maka jika kita menemukan kesukaran atau kesulitan lebih baik jika mengatakan “Ini memang sulit, tapi InshaAllah bisa melalui nya, bisa mengerjakannya, bisa menaklukannya”, itu akan membawa sugesti positif dalam otak kita. Sebenarnya, manusia memiliki sifat alamiah untuk berpikir positif. Menurut salah satu penelitian oleh University College London yang dikutip oleh Detikhealth, ditemukan bahwa 80 persen otak manusia selalu berpikir positif. Ditemukan aktivitas lobus frontal otak yang mendominasi aktivitas ketika dilakukan pemindaian dengan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI). Lobus ini akan membantu otak kita berpikir secara rasional. Otak akan mengidentifikasi apa pemicunya, dan akan menyadari untuk merespon hal tersebut secara positif.

 Apabila suatu pekerjaan telah terbiasa dilakukan, maka tidak terasa lagi kesukarannya. Dengan pembiasaan terbut lama-lama kita jadi bisa,  mengerjakannya dengan santai, enjoy dan tanpa beban. Kesimpulannya kerjakanlan sesuatu dengan berusaha, walapun awalnya terpaksa sugestikan pasti bisa dan lama-lama menjadi terbiasa.

Tetap semangat belajar daring, semoga corona segera berlalu. Aamiin.

***

Tinggalkan komentar